Senin, 23 Februari 2026

Terbit : Sen, 16 Februari 2026

Berani Jadi Imam.? Sudah Pantas atau nekat.?

Oleh : Admin Musholla Blog
Berani Jadi Imam.? Sudah Pantas atau nekat.?

🌙 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jamaah semua, pernahkah kita berada di situasi ini?

Iqamah sudah berkumandang…

Semua saling menunjuk,

“Antum saja.”

“Tidak, kamu saja.”

Lalu tiba-tiba ada yang maju dengan penuh percaya diri.

Namun dalam hati kita bertanya,

“Apakah bacaannya sudah benar?”

🕌 Menjadi imam bukan sekadar berdiri di depan. Ia adalah pemimpin sujud banyak orang. Amanah besar yang sering kali kita anggap sederhana.

Sebagian orang berpikir,

“Asal hafal Al-Fatihah dan satu dua surat, sudah cukup.”

Padahal Allah ﷻ telah mengingatkan dalam Al-Qur’an:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Al-Qur’an 39:9)

Ayat ini menegaskan bahwa yang berilmu memiliki kedudukan lebih tinggi. Maka imam seharusnya adalah orang yang paling paham tentang fikih shalat dan paling baik bacaannya.

Allah juga berfirman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Qur’an 49:13)

Artinya, bukan sekadar suara merdu atau keberanian maju, tetapi ketakwaan dan kualitas diri.

📚 Dalam kitab “Syarh ‘ala Hadiiyatin Nashih”, dijelaskan bahwa seorang imam idealnya memiliki enam kriteria:

1️⃣ Paham fikih shalat

2️⃣ Bacaan Al-Qur’annya benar dan fasih

3️⃣ Wara’ (menjaga diri dari maksiat)

4️⃣ Lebih banyak hafalan Al-Qur’an

5️⃣ Nasab yang baik

6️⃣ Lebih dahulu hijrah

Minimal tiga yang pertama harus ada. Jika belum, maka sebaiknya menahan diri dan memperbaiki diri terlebih dahulu.

Bahkan ulama besar seperti Imam Syafi’i merasa berat memikul amanah ini. Beliau lebih mencintai menjadi muazin karena Rasulullah ﷺ mendoakan para muazin:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤَذِّنِينَ

“Ya Allah, ampunilah para muazin.”

Sedangkan imam memikul tanggung jawab jamaah di belakangnya. Satu kesalahan kecil dalam bacaan bisa berdampak pada banyak orang.

Ini bukan soal gengsi.

Bukan soal siapa paling berani.

Ini soal amanah.

Kepemimpinan dalam shalat bukan tentang suara paling keras, tetapi hati yang paling siap. Bukan tentang siapa yang percaya diri, tetapi siapa yang paling menjaga diri.

Kalau belum layak, belajar.

Kalau sudah layak, tetap rendah hati.

Karena di setiap takbir yang engkau pimpin, ada doa dan amanah yang engkau pikul diam-diam.

Sekarang jujur…

Jika iqamah berkumandang hari ini,

apakah kita siap maju?

Atau memilih memperbaiki diri terlebih dahulu?

💭 Simpan tulisan ini sebagai pengingat sebelum berdiri di depan jamaah. Bagikan kepada teman yang sering “langsung maju” tanpa persiapan.

#ImamShalat#semuaorang#pengikut#fbpro#sorotan#jangkauanluas#ramadhan

#ShalatBerjamaah

#FiqihShalat

#MuhasabahDiri

#BelajarIslam

#Hijrah

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musholla Darussalam
No. 38, Zhenzheng Rd, Dajia District, Taichung City, 437 (Warung Indonesia Mba Susan, Lantai 4)
Luas Area1.927 m2
Luas Bangunan1.927 m2
Status LokasiSewa Pakai
Tahun BerdiriMei 2025
  • Jadwal Yasin Dan Tahlil Rutin Bulanan Musholla Darussalam Dajia - Diadakan Pada Hari Sabtu Malam Minggu Setelah Isya' - Minggu Kedua Setiap Bulannya - Terbuka Untuk Umum