Senin, 23 Februari 2026

Terbit : Sen, 16 Februari 2026

Doa Nyekar: Ziarah Kubur yang Menjadi Budaya Sebelum Ramadan

Oleh : Admin Musholla Blog
Doa Nyekar: Ziarah Kubur yang Menjadi Budaya Sebelum Ramadan

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat Muslim di berbagai daerah, khususnya di Nusantara. Memiliki tradisi yang terkenal dengan istilah nyekarnyadran, atau ruwahan. Tradisi ini berupa ziarah kubur, membersihkan makam keluarga, serta memanjatkan doa bagi ahli kubur. Secara fiqh, ziarah kubur bukanlah ibadah musiman yang terikat waktu tertentu. Namun, menjadikannya sebagai momentum menjelang Ramadan bisa sebagai bentuk persiapan ruhani: membersihkan hati, mengingat kematian, dan memperbanyak doa bagi orang tua serta keluarga yang telah wafat.

Hadist Nabi tentang Ziarah Kubur

Islam pada dasarnya mensyariatkan Ziarah Kubur. Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا

Artinya :“Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku pernah melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah.”[¹ Muslim bin al-Ḥajjāj, al-Jāmi‘ al-Ṣaḥīḥ (Ṣaḥīḥ Muslim). juz. 6 hlm 83]

Hadis ini menjadi dasar kebolehan bahkan anjuran ziarah kubur setelah pernah Rasul larang, karena Ziarah Kubur sendiri memiliki fungsi tarbawi: menumbuhkan kesadaran tentang kematian dan kehidupan akhirat.

Doa Ziarah Kubur (Doa Nyekar)

Nabi ﷺ mengajarkan Doa yang ketika berziarah kubur adalah sebagai berikut:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ، وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلَاحِقُونَ، أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

As-salāmu ‘alaikum ahla ad-diyāri minal-mu’minīna wal-muslimīn, wa innā in syā’a Allāhu lalāḥiqūn, as’alullāha lanā wa lakumul-‘āfiyah.

Artinya :”“Semoga keselamatan tercurah atas kalian, wahai penghuni negeri (kubur) dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami, insyaallah, akan menyusul kalian. Aku memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan untuk kalian.”

Salam serta Doa ini Rasulullah Ajarkan ketika seorang muslim hendak berziarah ke makam leluhur ataupun sanak keluarga yang telah meninggal.

Doa untuk Orang Tua dan Ahli Kubur

Selain salam dan doa di atas, Syariat juga menganjurkan pula membaca doa untuk kedua orang tua dan keluarga yang telah wafat:

1. Doa untuk kedua orang tua:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Artinya :“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan kasihilah mereka sebagaimana mereka telah mendidikku ketika kecil.”

2. Doa umum untuk kaum mukminin:

 رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌࣖ

Artinya :“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman daripada kami. Dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami rasa dengki terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

Membacakan Surat Yasin dan Surat Al-Mu‘awwidzāt

Sebelum membacakan Doa, orang-orang Muslim juga membacakan Yasin, Surat Al-Mu’awwidzat, Tahlil dan juga Shalawat, sebagai hadiah kepada orang yang sudah ke alam Barzah.

Hikmah Nyekar Menjelang Ramadan

  • Mengingat kematian sebelum memasuki bulan penuh ampunan.
  • Membersihkan hati dari permusuhan, termasuk terhadap keluarga.
  • Mendoakan orang tua, yang bisa menjadi sebab turunnya rahmat.
  • Menumbuhkan kesadaran akhirat, sehingga Ramadan dijalani dengan lebih serius.

Penutup

Nyekar atau ziarah kubur sebelum Ramadan adalah tradisi yang selaras dengan syariat selama kita jalankan sesuai tuntunan. Esensi dari Nyekar atau Ziarah Kubur sendiri: mendoakan ahli kubur, mengambil pelajaran dari kematian, dan mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan hati yang bersih.

Ziarah kubur bukan untuk meminta kepada yang telah tiada, tetapi untuk mendoakan mereka dan mengingat bahwa suatu hari kita pun akan menyusul.

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musholla Darussalam
No. 38, Zhenzheng Rd, Dajia District, Taichung City, 437 (Warung Indonesia Mba Susan, Lantai 4)
Luas Area1.927 m2
Luas Bangunan1.927 m2
Status LokasiSewa Pakai
Tahun BerdiriMei 2025
  • Jadwal Yasin Dan Tahlil Rutin Bulanan Musholla Darussalam Dajia - Diadakan Pada Hari Sabtu Malam Minggu Setelah Isya' - Minggu Kedua Setiap Bulannya - Terbuka Untuk Umum